News

Mendagri Resmikan Kantor Kabupaten Pesawaran

  • Ricuh APBD DKI Jadikan Pelajaran Penting

Lampung,- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meresmikan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran, Jumat, (13/3). Disamping itu, Mendagri juga meresmikan Masjid Agung Ar-Royan Islamic Center kabupaten setempat.

“Saya harapkan dengan diresmikannya komplek perkantoran ini, pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pesawaran terus meningkat,” kata Mendagri, saat menandatangani dokumen dan prasasti peresmian kawasan perkantoran tersebut, yang didampingi oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficard dan Bupati Pesawaran Aries Sandi. Hadir pula dalam acara seremoni tersebut, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Heru Winarko, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, para camat dan Kepala Desa.

Mendagri juga meminta, agar pemerintah daerah mendukung potensi sumber daya yang ada dan kesiapan masyarakatnya, seperti potensi wisata, infrastruktur, invetaris kerajinan daerah, kuliner, dan semua hal yang menjadi ciri khas daerah, serta inovasi yang menjadi target investasi. “Saya yakin kedepan nya pembangunan Lampung akan terus meningkat,” kata Mendagri.

Meskipun perkantoran bagi pegawai di Kabupaten Pesawaran ini sudah dibangun, namun Mendagri berpesan agar pejabat jangan hanya menghabiskan waktu di meja dan di kantor saja, perlu turun ke masyarakat (blusukan-red) untuk menyerap aspirasi. ”Serap maunya masyarakat. Itu fungsi pejabat pemerintah karena kita pelayan masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan kerja Mendagri ke Lampung tersebut, dilakukan bersama beberapa pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tarmizi A Karim dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Dodi Riadmadji.

  • Ambil Pelajaran dari DKI

Pada saat silaturahmi dan ramah tamah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) se-Lampung dan 11 kecamatan serta ratusan Kepala Desa, Mendagri mengharapkan komunikasi antara Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus berjalan dengan harmonis. ”Antara gubernur, bupati, dan wali kota bersama dewan harus saling komunikasi sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Mendagri juga mengharapkan permasalahan yang terjadi di DKI menjadi pelajaran penting bagi Kepala Daerah dan DPRD se-Indonesia. ”Jika ini terus terjadi, rakyat yang akan dirugikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri mengapresiasi kinerja Bupati Pesawaran Aries Sandi atas kemajuan dan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupatennya.”Meski baru berusia empat tahun, kerja Pak Bupati realistis dan berhasil. Wajib didukung oleh masyarakat Pesawaran,” puji Mendagri.

Apresiasi tersebut dinyatakan setalah mendengar paparan Bupati Pesawaran dalam laporannya pada saat sambutan acara pembukaan. “Dari segi Kesehatan, setiap tahun, Pesawaran mengirim 4 dokter untuk jadi dokter spesialis. Dari pendidikan, tiap tahunnya, kami membangun ruang kelas baru, rehap dan lainnya. Dan dari segi pembangunan, dibidang insfrastruktur, setiap tahun dilakukan perbaikan diruas jalan dan pembangunan jembatan. Hal ini guna meningkatkan pelayanan ekonomi dimasyarakat,” ungkap Aries Sandi.

Menurutnya, dari sisi pelayanan publik, Pesawaran saat ini dapat melakukan perekaman KTP dan KK secara gratis, dan dalam waktu 5 menit pelayannya telah selesai. Selain itu, untuk lahan, Pemkab telah siapkan sekitar 20 Ha, yang dibeli dari PTPN VII, yang nantinya akan digunakan sebagai sarana olahraga, kantor kejaksaan, pengadilan, Polres dan Kodim.

Diuraikannya, jumlah penduduk di Pesawaran sekitar 647 ribu jiwa dari 11 Kecamatan dan 144 desa dengan luas wilayah sekitar 1173 Km. Pesawaran merupakan hasil pemekaran Kabupaten Lampung Selatan. Semula hanya memiliki 7 kecamatan, kemudian menjadi 9 kecamatan, lalu dimekarkan kembali menjadi 11 kecamatan. “Pesawaran juga memiliki potensi wisata yang luas dan pertambangan,” pungkasnya.

Sumber :Humas Kemendagri