News

Kepala BSKDN Ajak Tokoh Agama dan FKUB Berperan Aktif Wujudkan Pilkada Serentak 2024 yang Aman dan Harmonis

Palangka Raya- Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak para tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan keharmonisan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Ajakan ini disampaikannya saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara Batandak Agama Kaharingan Tingkat Provinsi se-Kalimantan Tahun 2024 di Aula Jayang Tinggang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

“Kerukunan umat beragama adalah aspek penting dalam menjaga stabilitas, persatuan dan kesatuan bangsa. Tokoh agama dan FKUB memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan saling menghargai di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi tahun politik ini,” ungkap Yusharto.

Dia menegaskan, penyelenggaraan Pilkada membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh agama dan FKUB di seluruh Indonesia. Dengan keragaman budaya dan keyakinan yang ada, tokoh agama diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung untuk menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat. “Kita bersama-sama telah melalui Pemilu (Pemilihan Umum) 2024 dengan aman dan kondusif. Kondisi ini harus tetap kita pertahankan pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut Yusharto menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022 misalnya, nilai indeks mencapai 73,09, kemudian tahun 2023 mencapai 76,02 dan pada tahun 2024 mencapai 76,47. Tren ini menggambarkan bahwa sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia cenderung membaik dari tahun ke tahun. Kendati demikian, tantangan dalam menjaga kerukunan umat beragama masih tetap ada. Dia mengatakan, beberapa kasus intoleransi dan sikap umat beragama yang belum moderat masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Maka dari itu, umat beragama, para tokoh agama termasuk Majelis Agama Kaharingan memiliki peran yang sangat penting yakni menyebarkan kedamaian, cinta kasih, keselarasan dan kerukunan umat beragama tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menegaskan pemberdayaan FKUB sangat diperlukan, guna membangun sinergisitas antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat yang lebih kuat untuk mencegah potensi konflik horizontal. “Melalui acara ini, besar harapan kami agar budaya warisan turun temurun dapat tetap lestari dan kerukunan umat beragama tetap terjaga, tetupa untuk mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Kalimantan,” pungkasnya.

Join The Discussion