Sorong- Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengapresiasi peluncuran Laboratorium Inovasi (Labinov) di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Peluncuran Labinov ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat pembangunan inklusif melalui berbagai inovasi yang solutif dan berkelanjutan.
“Inovasi daerah dapat berperan sebagai instrumen strategis yang merangsang pembangunan inklusif yang menghadirkan akses dan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkeadilan, serta mengurangi kesenjangan antar kelompok di wilayah,” ungkap Yusharto dalam sambutannya pada kegiatan Peluncuran Labinov Sorong 2024 dan Dialog Interaktif yang mengusung tema “Percepatan Budaya Inovasi: Transformasi Kabupaten Sorong untuk Masa Depan” di Aimas Convention Centre Sorong pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Dia menjelaskan, kehadiran Labinov merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong, Kemendagri, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, Labinov Sorong merupakan langkah nyata meningkatkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, murah, pintar dan lebih baik. “Dengan adanya Labinov, Kabupaten Sorong dapat melihat permasalahan dengan cara yang lebih kreatif dan solutif, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Yusharto.
Lebih lanjut, Yusharto juga menekankan pentingnya mindset “think out of the box” bagi setiap penyelenggara pemerintah daerah. Menurutnya, inovasi tidak hanya sekadar menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi budaya yang terus dikembangkan di setiap sektor pemerintahan daerah. “Labinov menjadi pengejawantahan inovasi daerah secara nyata, yang perlu tumbuh di setiap elemen pemerintahan untuk mendorong tata kelola yang lebih efisien dan efektif, karena pada dasarnya inovasi bukanlah urusan, tapi ada di setiap urusan pemerintahan” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap, peluncuran Labinov dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, serta akademisi dalam menciptakan solusi-solusi inovatif. Dalam jangka panjang, Labinov diyakini akan mendorong Pemda untuk lebih aktif menggali potensi daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Keberadaan Labinov Sorong adalah langkah besar yang harus diikuti dengan komitmen dan partisipasi semua pihak baik kepala daerah, anggota DPRD, ASN, perangkat daerah dan masyarakat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan inovasi yang dapat mendukung percepatan pembangunan yang lebih merata,” pungkasnya.